Comment

Wukong, Startup yang Bangkrut Karena Sering Kemalingan

Industri modern dalam tiga tahun terakhir memunculkan start up-start up baru. Berbagai bidang usaha muncul termasuk bidang rental atau penyewaan sepada online seperti milik start up asal Cina, Wukong.

Sayangnya, start up ini harus tutup karena sepeda yang menjadi aset penting mereka banyak dimaling alias dicuri oleh penyewa. Wukong baru berusia 6 bulan. Namun di masa itu, 90 persen sepeda yang jumlah totalnya 1.200 unit hilang tak kembali digondol para penyewa.

Tidak seperti para rival, Wukong tidak menaruh sistem GPS di sepedanya sehingga tidak dapat terlacak. Ketika mereka menyadari kesalahan itu, mayoritas sepeda sudah raib dan mereka kehabisan uang.

“Startup kami sudah tutup sekarang. Aku akan menganggapnya sebagai proyek amal saja,” sebut pendirinya, Lou Houyi.

ahloo-wukong-startup

Selain tidak adanya GPS, Lou mengutarakan satu alasan lagi mengapa startupnya bangkrut. Yaitu karena kualitas sepedanya kurang baik dan mudah rusak, tidak seperti milik para kompetitor yang berdana besar.

Startup penyewaan sepeda sebenarnya cukup sukses di Cina dan baru kali ini ada yang bangkrut. Penduduk di sana gemar memakainya untuk melaju di jalanan yang padat.

Bahkan perusahaan teknologi besar Cina punya perusahaan penyewaan sepeda karena bisnisnya dianggap potensial. Ada Mobike yang didukung Tencent ataupun Ofo yang disokong Alibaba dan Xiaomi.

Sumber: BBC