Comment

Sekarang Jika Ingin Berlibur ke AS, Kamu Wajib Memberikan Akun Medsos!

Maraknya peristiwa terorisme di negeri Paman Sam membuat pemerintah Amerika Serikat melakukan kebijakan lebih ketat dalam pengajuan visa ke negara itu. Presiden AS, Donald Trump dikabarkan setuju dengan usulan baru dalam pengajuan visa yakni memberikan akun media sosial.

Sebelumnya usulan itu hanya berupa wacana yang diungkapkan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, John Kelly. Petugas kedutaan AS di berbagai negara kini bakal diberikan wewenang untuk menanyakan media sosial, alamat e-mail, nomor telepon, serta informasi biografi pemohon visa selama lima tahun terakhir.

Tak cuma itu, rekam jejak perjalanan pengaju visa selama 15 tahun terakhir juga akan diminta. Begitu pula nomor paspor lama. Pertanyaan terkait media sosial akan diberikan ke pemohon visa tertentu saja. Petugas kedutaan AS baru boleh bertanya ketika ingin memastikan identitas pengaju yang dicurigai.

pengajuan-visa

Meski demikian, tak dirumuskan secara rinci pengaju seperti apa yang patut dicurigai. Petugas kedutaan AS seakan diberikan kekuasaan penuh untuk menentukan pengaju mana yang akan diberikan pertanyaan mendalam terkait media sosial.

Hal ini menuai kritik dari berbagai pihak. Presiden Asosiasi Amerika-Iran, Babak Yousefzadeh mengatakan, AS selama ini merupakan negara dengan proses aplikasi visa paling ketat di dunia. “Kebutuhan untuk memperketat proses aplikasi benar-benar tidak jelas,” ujarnya.

Belum jelas kapan kebijakan ini benar-benar diimplementasikan. Yang jelas, masa percobaan sebuah kebijakan baru biasanya harus dikaji dan diuji dalam periode waktu tertentu sebelum benar-benar direalisasikan.

Sumber: The Independent