Comment

5 Hal Menyenangkan yang Bikin Para Perantau Ingin Kembali ke Surabaya

Di akhir Mei nanti seluruh warga Surabaya akan memperingati hari jadi kota pahlawan yang ke-724 tahun. Wow, cukup tua juga ya! Meski bukan menjadi ibu kota negara nama Surabaya tidak kalah tenar dengan Jakarta.

Kota ini bahkan dianggap sebagai kota terbesar dan terpenting kedua di Pulau Jawa setelah Jakarta. Dari segi nilai sejarah, Surabaya menyimpan banyak warisan. Tak salah bila musisi sebesar Franky Sahilatua pernah terinspirasi menciptakan lagu dari nama kota ini.

“Berjalan di lorong pertokoan. Di Surabaya yang panas…” Kota Pahlawan ini memang dikenal cukup panas. Meski begitu tak menghilangkan rasa rindu pada perantau untuk kembali ke kotanya terutama bila mengingat hal-hal yang menyenangkan dari kota ini. Apa saja sih itu?

Kekayaan kuliner khas Surabaya

Lontong Balap, Rujak Cingur, Rawon Setan, hingga Tahu Tek-Tek adalah nama-nama kuliner legendaris yang ada di daftar pertama ketika kamu melakukan pencarian di Google. Makanan ini cukup sederhana namun rasanya, hmmm…jangan ditanya!

ahloo-surabaya1

Para perantau yang pulang kampung ke Surabaya pasti akan merindukan makanan-makanan tersebut. Meski bisa ditemui di daerah lain, rasanya belum tentu seenak di tempat asalnya. Buat kamu yang punya rencana berkunjung ke Surabaya pada libur lebaran ini, cobalah berburu kuliner-kuliner legendaris itu ya!

Ikon kota dan pusat rekreasi

Sepanjang negara Indonesia berdiri, kota Surabaya memiliki nilai sejarah yang tinggi pula yang sebagian menjadi ikon kota. Sebutlah Tugu Pahlawan. Bangunan ini didirikan dekat kantor Gubernur Jawa Timur untuk memperingati hari perjuangan para pahlawan setiap tanggal 10 November.

ahloo-surabaya2

Ikon kedua yang tak kalah menarik adalah Jembatan Merah. Jembatan ini dulunya dibangun sebagai penghubung antara kawasan Kalimas menuju Gedung Keresidenan Surabaya. Pada masanya, kawasan tersebut merupakan pusat perdagangan yang ramai. Selain dua ikon itu, kamu bisa pula mengunjungi lokasi lain seperti Museum Sampoerna, Masjid Cheng Hoo, dan Jembatan Suramadu.

Taman kota yang asri dan sejuk

Panasnya Surabaya menjadi tidak berarti ketika berhasil diredam oleh banyaknya keberadaan taman kota. Beragam taman kota seperti Taman Bungkul, Taman Prestasi, Taman Flora, Taman Lansia, Taman Ekspresi, Kebun Bibit, dan lain-lain menjadi pemberhentian yang dapat mendinginkan hati dan pikiran.

ahloo-surabaya3

Jadi, tidak ada alasan lagi ya buat kamu untuk enggan ke kota ini karena alasan panas.

Logat Suroboyoan yang ceplas-ceplos

Arek-arek Suroboyo pasti tahu benar dengan logat ini. Berbicara dengan bahasa dan logat Suroboyoan adalah hal yang paling bisa membuat anak rantau Surabaya rindu dengan kotanya. Bagi arek-arek Suroboyo, kata khas seperti “jancok” tidak selamanya memiliki arti yang negatif.

ahloo-surabaya4

Kata ini bahkan telah menjadi celetukan pelengkap di setiap percakapan. Ngobrol bersama teman dengan menggunakan bahasa dan logat Suroboyoan justru dapat membuat suasana menjadi semakin akrab dan seru. Jadi, jangan cepat tersinggung ya bila mendengar arek-arek Suroboyo dengan logat mereka.

Pakuwon Food Festival

Rasa lapar setelah berkeliling Kota Surabaya mencari tempat-tempat yang unik dan menarik bisa dipuaskan dengan wisata kuliner unik. Bingung cari lokasi yang pas? Cobalah melipir ke Pakuwon Food Festival

ahloo-surabaya5

Bukan hanya makanannya yang beragam, di tempat ini juga bisa menikmati sajian live music yang diberikan setiap malam. Pakuwon Food Festival juga baru buka pada malam hari. Jadi, begitu datang, pengunjung akan disambut dengan kilauan lampu yang akan menambah indahnya malam di Kota Surabaya.

Berbagai sumber