Comment

Inilah Beragam Teh yang Bisa Kamu Coba di Korea Tea House

Korea memang terkenal dengan minuman gingsengnya yang terkenal baik untuk kesehatan. Namun tak hanya itu di pojok-pojok kota tua Seoul ini kita juga akan menemukan beragam jenis teh yang bahkan tak terbayangkan sebelumnya.

Budaya minum teh dahulunya memang datang dari wilayah Asia Timur dan berkembang menjadi kebudayaan di Eropa bahkan di negara kita.  Tidak seperti teh yang biasa kita kenal yang terkadang beraroma melati, kalimat cha () adalah kata untuk teh dalam bahasa Korea dan bisa mempunyai kandungan apapun yang disedu dengan air pahas tak hanya berbahan herbal tapi juga kacang, gandum, akar-akaran bahkan sirup. Jadi tak ada salahnya mencoba berbagai jenis teh yang mungkin belum pernah dicoba sebelumnya.

Chrysanthemum tea (국화차)

Teh ini terbuat dari bunga krisan berwarna kuning atau putih yang dikeringkan lalu direndam dalam madu selama sebulan setelah itu baru disedu untuk dihidangkan. Pada penyajiannya terlihat cantik karena bunga ini kemudian mengembang diatas air. Seperti minuman yang terbuat dari kelopak bunga rasa teh ini sedikit rasa manis sehingga bisa ditambahkan sedikit gula buat yang menyukainya. Disebutkan teh ini dalap membantu mencegah demam, pilek atau batuk saat musim dingin dan juga dapat mengurangi tekanan darah tinggi.

teh-1

Citron tea / yuzu tea (유자차)

Minuman ini bisa dikatakan paling populer karena hampir terdapat di menu semua kafe yang ada di negeri gingseng. Terbuat dari buah yang hampir terlihat seperti jeruk kepok namun rasanya mirip jeruk bali. Seperti mengawetkan buah plum hijau atau maesil, orang Korea biasanya meramu buah ini dengan mengirisnya tipis lalu dicampur madu atau gula. Tak perlu repot membuatnya karena setoples kecil teh citron siap jadi ini juga banyak dijual di supermarket.  Biasanya diminum secara hangat dengan melarutkan satu sendoknya makan kedalam air. Khasiatnya dipercaya dapat menredakan pilek dan penyakit musim dingin lainnya.

Omija tea (오미자차)

ini bisa dibilang salah satu minuman kesukaan saya di rumah teh Korea.  Omija berarti berry dengan lima rasa seperti manis, asam, asin, pahit dan sedikit pedas.  Di Korea buah berry menjadi teh setelah dicampur dengan madu, bubuk kacang hijau, kelopak bunga atau campuran lain yang dikenal dengan nama hwachae. Minuman berwarna agak kemerahan ini dikonsumsi sebagai sehari-hari karena baik untuk mencegah penyakit pernafasan seperti pilek dan dalam pengobatan tradisional omija juga diyakini dapat mengatasi penyakit lever.

teh-2

Jujube Tea (대추 차)

Buah yang hampir mirip dengan kurma ini dapat ditemukan dibanyak makan korea seperti di samgetang (ayam gingseng) beragam kue tradisional dan lainnya. Teh ini sendiri terbuat dari rebusan jujube kering hingga adonan mencair menyerupai sirup kental. Teh berwarna merah gelap yang mempunyai rasa gurih ini kaya akan zat besi sehingga baik bagi penderita anemia.

Maemil-cha (buckwheat tea) 

Pecinta drama Korea berjudul Goblin pasti tak asing ketika mendengar bunga buckwheat, saat tokoh utama yang diperankan oleh Gong Yo ini memberikan bunga tersebut kepada Ji Eun Tak. Nah teh yang satu ini terbuat dari bagian bunga itu yang dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan nama soba atau gandum hitam. Beberapa makanan Korea juga menggunakan biji dari bunga ini sebagai bahan dasar seperi mie dingin (naengmyun) yang disajikan pada musim panas.

Cara pembuatannya biji dari bunga ini digongseng lalu direbus namun dalam bentuk yang dikemas dalam kantong biasanya biji ini kemudian dihancurkan lagi. Rasanya yang gurih dengan aroma gongseng membuat rasa yang sedikit aneh namun enak. Teh ini sudah lama menjadi minuman kesukaan di kawasan Asia Timur dan dikenal karena manfaat anti oksidan dan memperlancar sirkulasi darah.

teh-3

Green plum tea (매실차)

Buah yang dikenal dengan nama plum hijau ini memang sangat populer dibuat sebagai minuman di Korea. Ketika musim panas datang mereka akan membuat fermentasi buah ini dengan gula hingga berbentu sirup yang bisa digunakan sebagai minuman menyegarkan di musim panas dan teh di musim dingin namun ketika proses fermentasinya berlangsu lebih lama akan menjadi minuman beralkohol yang dikenal sebagai maesil ju. Teh ini juga gampang ditemukan disudut kota bahkan dimesin teh otomatis. Mempunyai mamfaat sebagai penangkal radikal bebas, mencega obesitas dan menjaga kesehatan tulang.

Barley tea (보리차)

Minuman berbahan dasar barley ini banyak ditemukan di kawasan Asia Timur, jadi jangan heran jika menemukan banyak olahan makanan atau minuman sejenis biji bijian ini. Teh ini diminum sepanjang musim disajikan baik dalam bentu panas maupun dingin bahkan berbentuk tonik. Sebagai teh barley ini dipanggang lalu dicampur dengan bulir jagung, beras merah yang telah digongseng dan bunga chicory. Sajian ini dipercaya dapat mengatasi kolestrol darah, membersihkan racun dalam ginjal bahkan untuk diet.

teh-4

Corn tea (옥수수차)

Teh ini juga lazim ditemukan di rumah rumah di negeri gingseng bahkan juga di jual dalam bentuk botolan dan minuman kaleng. Jangung yang telah digongseng direbus didalam air, bisa di sajikan baik dingin maupun panas. Ada kalanya ketika menonton drama para aktor di perlihat  meminum teh ini sebagai pengganti air putih setelah makan. “ Nenek saya juga membuat minuman ini dirumah jadi kami selalu meminumnya” Ujar Jimin.  “ Keluarga disini meminumnya sebagai ganti air putih, rasanya seperti ada jagung gongseng” tambahnya lagi. Teh ini mempunyai khasiat menetralkan gula darah dan baik bagi pencernaan.

Insam-cha (ginseng tea) 

Gingseng dapat kita temukan dalam berbagai bentuk di negeri K-pop ini mulai dari obat, tonik, makanan dan tak terkecuali teh. Ginseng teh ini juga sering dibawa sebagai buah tangan setelah melancong disini. Gingseng telah digunakan sejak dulu sebagai bagian dari pengobatan kegunaannya yang banyak. salah satu manfaatnya adalah untuk menguatkan sistem imun tubuh, baik untuk penderita diabetes bahkan anti oksidan pada gingseng merah juga dipercaya sebagai anti kanker. Jika tidak suka dengan baunya bisa menambahkan madu saat akan disajikan.

teh-5

Gugija-cha (Goji Berry Tea) 

Goji berry kini sudah dikenal dengan makan super  yang menangdung banyak anti oksidan dan anti inflamasi nah penduduk Korea sudah lama meramunya sebagai teh.biasanya disajikan dengan mencampur dengan sedikit jahe namun campuran dengan menggunakan kayu manis lebih dikenal. Biji goji berry yang kering direbus kemudian dicampurkan bahan lain sesuai selera. Jika ingin sedikit manis silahkan mencobanya dengan mencampur dengan sedikit kurma. Siapa tau bisa menjadi resep untuk berbuka puasa.

Chunma-cha (tall gastrodia and cornflake tea) 

Teh ini dibuat dari campuran umbi gastrodia dan cornflake, rasanya manis dan dapat dijadikan penunda lapar atau sebagai sarapan pagi. Di Korea biasanya di jual dalam kemasan jadi sehingga cukup dicampurkan air panas saja. Berbentuk mirip seperti sereal bubuk sehingga terkadang juga disebut sebagai makanan. Gastrodia sendiri sudah lama dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai pencegah penyakit demensia dan bahkan tumbuhan yang menyebar dari Asia hingga Autralia ini juga dipercaya sebagai bahan alami untuk diet.

teh-6

Doonggul-rae-cha (Solomon’s Seal tea) 

Bisa dibilang ini gampang ditemukan dan menjadi favorit jadi tinggal cari aja pasti dapat. Pada ilmu pengobatan timur akar akaran herbal ini dimanfaatkan sebagai obat penyembuh dari cedera otot, membersihkan paru paru, mempercepat pemulihan setelah operasi. Bisa di beli instan atau mencoba membuatnya sendiri. Rasanya ringan, sedikit pedas dan ada manis diselah selanya, minuman ini tidak terlalu pekat namun tetap meninggalkan sentuhan kental selama apapun anda meminumnya.

Yulmu-cha (Job’s Tears tea) 

Minuman ini terbuat dari campuran biji job’s tears, multi grain, kacang, kenari dan kadang kala juga kacang hitam. Ini rasanya saya suka terkadang bisa jadi teman saat belajar karena dikenal tinggi protein. Di Korea sering juga tersedia di mesin penjual minuman teh atau kopi otomatis. Rasanya yang pekat dan tidak terlalu manis. Berkhasiat sebagai pencegah alergi, menurunkan kolestrol, mencegah pengeroposan tulang dan laiinnya.

Ssanghwa-cha (root tea) 

Teh yang satu ini lebih banyak diminum oleh laki-laki, mempunyai rasa pahit dan sedikit aneh. Menggunakan berbagai campuran herbal yang di percaya meningkatkan vitalitas seperti Japanese Peony, Rehmanniae radix, Angelica gigas, Cnidium officinale, and Glycyrrhiza uralensis tak lupa ditambah kayu manis. Campuran yang ada menjadikan aroma minuman ini tercium seperti gingseng. Jika tidak suka dengan rasanya yang sedikt pahit bisa ditambah dengan madu. Tak mau repot repot untuk meraciknya dapat membeli produknya yang sudah dikemas.

Ini mencoba semua minuman ini langsung, bisa mencoba di rumah teh tradisional di Korea yang bisa dengan mudah anda temukan diberbagai lokasi seperti di Insadong, kota Jonju dan laiinya. Minum teh disini biasanya akan ditemani dengan beberapa potong kue beras tradisional yang sudah dihias secantik mungkin. Selamat mencoba!

Khiththati

Khiththati adalah kontributor ahloo asal Nangroe Aceh Darusallam. Saat ini sedang menjalani studi di Korea Selatan.