Comment

Tarif BPKB dan STNK Naik? Gak Perlu Cemas Jika Punya Skuter Ini!

Pekan lalu masyarakat Indonesia digegerkan dengan rencana kenaikan biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Bagaimana tidak soalnya kenaikannya bisa mencapai 100 hingga 300 persen! Beragam protes langsung ditujukan pada pemerintah sejak kabar itu beredar. Presiden Joko Widodo pun langsung merespon dengan meminta Kepolisian, Kementerian Keuangan, dan jajaran terkait untuk mengkaji ulang rencana itu.

Jika aturan ini jadi diterapkan ada lebih dari satu juta unit kendaraan bermotor yang akan terkena dampak kenaikan tahun ini. Bisa saja kamu menjadi salah satunya. Namun tahukah kamu. Aturan seperti ini sebenarnya tidak perlu dicemaskan bila kamu punya alternatif kendaraan lain seperti skuter elektrik buatan Hyundai.

ahloo-skuter-hyundai

Mereka menyebutnya Ioniq Scooter. Bentuknya tak jauh berbeda dengan skuter manual atau skuter elektrik lainnya. Hal yang membedakan adalah skuter ini didesain dengan prinsip kepraktisan bagi penggunanya.

Hyundai memperkenalkan skuter ini pada Consumer Electronics Show 2017. Pada pameran itu skuter ini bahkan disandingkan dengan mobil listrik yang lebih dulu tenar. Salah satu yang diunggulkan dari skuter ini adalah desainnya yang bisa dilipat dan tidak terlalu berat. Cocok dibawa kemana pun tanpa harus merasa terbebani dengan bobotnya.

Kecepatan larinya diperkirakan mencapai 20 kilometer per jam. Lumayan kan dibandingkan kamu jalan kaki. Lagi pula mengendarai skuter memang memiliki batasan kecepatan demi menjaga keamanannya. Meski begitu, Hyundai belum mau memberikan bocoran berapa harga yang mereka tawarkan untuk sebuah skuter ini.

ahloo-skuter-elektrik-1

Dalam keterangan persnya, Tae Won Lim, Head of Hyundai Motor Central Advanced Research and Engineering Institute mengatakan visi perusahaannya adalah menjadi terdepan dalam menciptakan alat transportasi yang bisa menjadi rekan bagi masyarakat. Wah, jika sudah diproduksi tampaknya skuter ini bisa laris di pasaran ya. Jadi, tak perlu lagi pusing-pusing memikirkan kenaikan tarif STNK, BPKB, atau bahkan kenaikan harga bensin. (dj)

Sumber: Inhabitat