Comment

Merawat Alas Purwo, Habitat Merak Hijau yang Memukau

Beruntunglah kamu yang tinggal di Indonesia. Tanahnya subur dan tanamannya asri, membuat hewan-hewan langka betah bermukim di Nusantara. Salah satunya adalah merak hijau yang keberadaannya dilestarikan di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur.

ahloo-1100-taman-nasional-alas-purwo

foto: tnalaspurwo.org

Merak hijau atau dalam bahasa Latin dikenal dengan Pavo Muticus ini populasinya secara global nggak lebih dari 20 ribu ekor, dengan 800 di antaranya tinggal di Taman Nasional (TN) Alas Purwo. Menurut International Union for the Conservation of Nature (IUCN) pada tahun 2009, merak hijau termasuk satwa yang statusnya genting dari kepunahan.

ahloo-1100-burung-merak-hijau

Namun di TN Alas Purwo yang luasnya mencapai 434 kilometer persegi tersebut, merak dapat hidup karena kekayaan flora dan faunanya yang nyatanya merupakan makanan sehat bagi satwa berbulu cantik ini. Misalnya saja daun kacang kedelai, meniran, sidaguri, lamuran, hingga lulangan. Nggak ketinggalan juga satwa kecil yang jadi makanannya seperti semut, serangga, ulat daun, dan belalang.

ahloo-1100-burung-merak-hijau-3

Nah, menyoal lebih lanjut keanekaragaman flora, di TN Alas Purwo terdapat 700 jenis tumbuhan, lho! Tetapi ada yang disebut endemik atau hampir nggak dapat ditemukan di tempat lain yakni sawo kecik. Pohon sawo kecik yang tumbuh di sini dapat kamu temukan di sekitar kawasan pantai taman nasional yang luasnya lebih dari 100 kilometer. Selain itu ada pula 26 jenis mangrove yang memperkaya vegetasinya.

ahloo-1100-burung-elang-laut-perut-putih

Jika faunanya, selain merak hijau yang panjang pejantannya bisa mencapai 300 meter ini ada pula 302 jenis burung (aves) yang dapat dijumpai sejak kamu memasuki kawasan TN Alas Purwo. Misalnya elang laut perut putih, ayam hutan merah, dara laut jambul, cekakak Jawa, hingga kuntul kecil. Menurut situs tnalaspurwo.org, waktu terbaik untuk menikmati taman nasional ini adalah sekitar bulan Agustus hingga Oktober.

ahloo-1100-taman-nasional-alas-purwo-sawo-kecil

foto: tnalaspurwo.org

TN Alas Purwo sendiri terbagi menjadi empat zonasi. Pertama, zona inti yang kawasannya secara mutlak dilindungi dan masih asli seluas 172 kilometer persegi. Kemudian ada zona rimba yang berguna untuk penelitian seluas 247 kilometer persegi,  zona pemanfaatan sebagai kawasan wisata seluas 25 kilometer persegi, dan zona penyangga yang dapat dimanfaatkan penduduk sekitar taman nasional untuk bertani seluas 12 kilometer persegi.

ahloo-1100-harga-tiket-masuk-alas-purwo-1

foto: tnalaspurwo.org

Dibentuknya taman nasional ini nggak hanya untuk para pecinta alam saja. Terbukti dari banyaknya objek wisata yang tersebar. Mulai dari Pantai Trianggulasi, Pantai Plengkung yang disukai para penggila surfer, area trekking dan camping di Pancur, hingga lokasi yang cukup kontroversial yakni beragam gua.

ahloo-1100-harga-tiket-masuk-alas-purwo-2

foto: tnalaspurwo.org

Jumlah gua di kawasan ini banyak banget. Tercatat ada sekitar 44 buah. Sayangnya, gua-gua ini sering kali jadi salah peruntukan. Mayoritas pengunjungnya adalah kelompok yang ingin mengasah ilmu kebatinan atau bersemedi. Tetapi ada juga gua yang sarat akan nilai sejarah yakni Gua Jepang yang di dalamnya pernah sebagai gudang alutsista tentara negeri matahari terbit itu.

ahloo-1100-burung-merak-hijau-2

Setiap bulannya, pengunjung Taman Nasional Alas Purwo terus meningkat. Hingga pertengahan 2016, setidaknya lebih dari 75 ribu turis dalam negeri dan enam ribu wisatawan manca negara telah mampir. Biaya masuk yang relatif murah yakni tiga ribu rupiah perharinya, plus tawaran pemandangan flora dan fauna yang tiada habisnya menjadikan tempat ini kian tersohor sebagai lokasi wisata. (ls)

sumber: pelbagai sumber