Comment

Resto Prasmanan Ini Bisa Jadi Inspirasi Bagi yang Minat di Bisnis Kuliner

Bisnis kuliner adalah salah satu bidang usaha yang paling banyak digeluti di Indonesia. Selera orang Indonesia yang memang doyan makan membuat bisnis ini berpotensi besar untuk berkembang pesat. Masalahnya, membangun bisnis kuliner kadang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Sewa tempat, perlengkapan masak, hingga mempekerjakan karyawan adalah satu dari sedikit pengeluaran yang harus kamu siapkan. Bagaimana bila bujet mu tidak cukup? Jangan putus asa dulu. Coba deh lirik model bisnis restoran prasmanan di Belanda ini. Siapa tahu bisa jadi inspirasi menarik buat kamu.

ahloo-bisnis-kuliner-3

Namanya De Haan, sebuah restoran yang dibangun oleh Dennis de Haan. Untuk mengelola bisnis ini, Dennis hanya memiliki satu karyawan yakni dirinya sendiri. Ia merangkap sebagai chef, pelayan, dan juga pencuci piring.

Dennis menerapkan sistem yang cukup unik pada restorannya. Pengunjung harus melayani diri sendiri alias self service. Makanan dipadukan dengan wine yang tersimpan dalam lemari pendingin di sudut restoran. Setelah mengambil gelas, menuang wine, pengunjung tinggal menuliskan pada menu sehingga masuk dalam tagihannya.

ahloo-bisnis-kuliner-2

Model pelayanan seperti ini kalau di Indonesia bukanlah hal baru. Kita biasa menyebutnya prasmanan. Meski membuat sistem yang terbilang unik, Dennis tak merasa kerepotan loh. Ia membatasi pengunjung maksimal 16 bangku dengan 5 menu makanan yang variatif.

Mungkin karena limited itulah yang membuat resto De Haan akhirnya ramai dikunjungi. Kamu harus rela antri untuk mencicipi makanan di sana. Restoran itu bahkan sudah full booking hingga Februari 2017 mendatang.

ahloo-bisnis-kuliner-1

Dennis merancang dapur restoran sendiri dengan sangat teliti dan hati-hati. Salah satu contohnya menyediakan wadah logam dimana bisa mengambil blender dengan mudah mirip dengan tempat menaruh sikat gigi.  Peralatan makan ditata untuk per hidangan juga gelas-gelasnya. Meskipun tak ada orang, pengunjung dengan mudah menemukan saat makan.

“Semua tempat terbaik harus efisien jika mereka ingin menjaga kualitasnya tetap konsisten. Karena jika tidak semuanya akan berantakan.” ujar Dennis. So, apakah sekarang kamu sudah mantab mau membuka bisnis kuliner? Ide dari Dennis layak dicoba kan! (dj)