Comment

Mereka yang Mengungkapkan Pro dan Kontra Penghapusan Ujian Nasional

Wacana penghapusan Ujian Nasional atau UN telah lama berhembus. Namun nyatanya, pelaksanaan itu urung dilakukan.

Kini isu tersebut kembali menghangat. Pro dan kontra tetap terjadi. Beberapa pendapat mengharapkan cara ini mampu memetakan kemampuan para siswa setiap daerah di Indonesia. Tetapi ada juga yang menilai ini suatu kemerosotan penerus bangsa.

Siapa saja yang mendukung program yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy ini? Dan siapa pula yang menolaknya?

Arief Rachman (pengamat pendidikan)

ahloo-1200-penghapusan-ujian-nasional-arie-

image: uny.ac.id

“Kita ini lulus-tidak lulus dengan satu standar, apakah adil? Kalau daerah terluar yang guru SD-nya hanya tiga, disamakan dengan Jakarta, saya katakan tidak adil. Kelulusan tidak boleh ujian nasional tapi ujian sekolah yang evaluasi anak, berdasarkan potensi anak di daerah masing-masing,” ujar Arief Rachman yang dikutip detik.com (28/11).

Reni Marlianawati (anggota Komisi X DPR-RI)

ahloo-1200-penghapusan-ujian-nasional-reni-

image: suara.com

“Secara konten ini (penghapusan UN) sudah benar, maka kalau kemudian Mendikbud mau yang dihapus adalah UNI seperti ujian nasional sebelum-sebelumnya yang mana UN menjadi syarat kelulusan, dan seperti mekanisme seperti kemarin, maka saya setuju ini harus dihapuskan,” jelas Reni yang dikutip merdeka.com (29/11).

Dedi Mulyadi (bupati Purwakarta)

image: beritagar.com

image: beritagar.com

“Karakter setiap wilayah di Indonesia itu kan berbeda, sangat plural. Maka, sudah seharusnya penentukan kelulusan ada pada guru yang sehari-hari mengajar, bukan pada pemerintah. Indikatornya cukup dua hal saja. Pertama, penilaian budi pekerti dan yang kedua, keahlian siswa,” kata Dedi yang dikutip liputan6.com (28/11).

Kontra terhadap ide penghapusan UN juga terjadi. Penolakan oleh beberapa tokoh di bawah ini punya alasannya sendiri.

Anang Hermansyah (anggota Komisi X DPR-RI)

ahloo-1200-penghapusan-ujian-nasional-anang-

image: beritasatu.com

“Seperti soal UN yang akan dihapus, ini berarti guru menjasi satu-satunya tumpuan bagi anak didik. Padahal kalau dibedah, persoalan guru masih sangat njelimet,” jelas Anang Hermansyah yang dikutip okezone.com (29/11).

Anies Baswedan (mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)

ahloo-1200-penghapusan-ujian-nasional-

image: aniesbaswedan.com

“Yang ini saya bingung, nggak tahu buat apa. Nanti kalau anak daftar dari SMP ke SMA pakai nilai apa coba. Kepala sekolah mau menyeleksi anak pakai apa, nanti kalau ke jenjang lebih tinggi pakai apa, harus dipikirkan matang-matang,” ungkap Anies Baswedan pada detik.com (27/11).

Alexius Akim (Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat)

ahloo-1200-penghapusan-ujian-nasional-akim-

image: bsin68.blogspot.co.id

“Menghapuskan UN merupakan sebuah kemunduran. Dan ini sudah saya sampaikan langsung saat bertemu dengan menteri belum lama ini,” ungkapnya pada okezone.com (29/11). (ta)