Comment

8 Cara Menangkal Pengaruh Rasisme atau Kelompok yang Rasis?

Pemilihan kepada daerah (Pilkada) memang jadi arena politik untuk saling bertarung. Namun tak jarang cara-cara tak terpuji dengan mengatasnamakan ras dan agama seringkali didengungkan oleh sebagai besar kelompok. Seperti yang belakangan terjadi pada Pilkada DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok adalah orang yang kerap kali mendapatkan serangan berbau rasis dari lawan politiknya. Ahok yang kebetulan berdarah Tionghoa mengaku sudah sering mengalami serangan ini sejak dia menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Belitung TImur.

Pilkada DKI semakin panas karena Ahok kini justru dituduh oleh sebagian kelompok penentangnya telah menistakan agama Islam ketika dia berpidato di Kepulauan Seribu. Saat itu Ahok mengutip surat Al Maidah 51 yang dianggapnya sering dipakai lawan politik untuk memengaruhi masyarakat agar tak memilihnya.

Pasca pidato itu tekanan terhadap Ahok datang bertubi-tubi, Terakhir kali, beberapa ormas memutuskan untuk unjuk rasa pada 4 November mendatang. Unjuk rasa itu sempat membuat resah karena ada pesan terselubung yang provokatif dan berbau rasisme.

Gawatnya pesan seperti itu justru menjadi viral di media sosial. Apakah kita bisa menghindari dari pengaruh rasisme seperti itu? Bisa. Redaksi ahloo mengulas langkah untuk menangkal pengaruh rasisme atau pengaruh kelompok yang seringkali bertindak rasis.

1. Ingat dengan baik bahwa semua manusia dilahirkan setara dan sama. Hal itu terdapat di semua teks kitab suci agama manapun dan sesuai deklarasi hak asasi manusia yang disusun Persatuan Bangsa-Bangsa.

ahloo-rasisme-1

2. Bacalah buku dan dengarkan musik yang mempromosikan tentang praktek anti-rasisme. Penyanyi legendaris, Michael Jackson adalah salah satu yang paling sering mempromosikan pada dunia untuk menghindari sikap rasis dan diskriminasi.

3. Jadilah masyarakat cerdas! Beberapa kelompok yang rasis seringkali berpura-pura sebagai kelompok yang religius. Padahal mereka sedang menyembunyikan agenda atau kepentingan kelompok mereka sendiri.

ahloo-rasisme-2

4. Bertemanlah dengan orang lain yang memiliki latar belakang (ras, suku, dan agama)  berbeda dengan mu.

5. Jika ada seseorang yang mencoba melakukan praktek diskriminasi dan rasisme pada mu, lawanlah dengan berani. Biarkan mereka tahu bahwa kamu menolak segala bentuk rasisme. Katakan pada mereka bahwa konstitusi negara ini dibangun dengan semangat anti rasisme dan anti diskriminasi.

ahloo-rasisme-no-2

6. Bila kamu berargumen dengan orang lain yang memiliki perbedaan ras dengan mu, jangan pernah menggunakan pendekatan rasis atau mengeluarkan kata-kata rasis padanya. Berdebatlah dengan sikap dewasa.

7. Saling bertanya dan menjelaskan. Jangan pernah ragu untuk bertanya pada teman mu yang berbeda ras tentang latar belakang mereka. Misalnya, kamu punya teman berdarah Tionghoa, seringlah bertanya mengenai budaya masyarakat Tionghoa. Begitu juga sebaliknya jika ada yang bertanya pada mu.

ahloo-rasisme-no

8. Belajar terbuka untuk mempelajari dan memahami agama orang lain. Praktek seperti ini sering disarankan oleh mantan Presiden Indonesia, KH Abdurrahman Wahid alias Gusdur. Belajar tentang agama lain bukan berarti kamu harus pindah agama. Dengan mempelajari agama lain, kamu akan lebih memahami cara berpikir mereka sehingga sikap toleransi akan terus terjaga.