Comment

Pinky, Narkoba Sintetis yang 700 Kali Lebih Kuat Dibanding Heroin

Perang terhadap penyalahgunaan narkoba memang harus digeluti secara serius. Belum tuntas pemberantasan heroin dan produk narkoba lainnya, kini muncul lagi jenis narkoba sintetis. Namanya Pinky atau Pink, merujuk pada warnanya. Meski sintetis, Pinky memiliki pengaruh 700 kali lebih kuat dibandingkan heroin bagi siapapun yang mengonsumsinya.

Di dunia farmasi, Pinky lebih dikenal dengan nama U-47700. Ia berasal dari jenis yang sama seperti fentanyl dan heroin. Jenis narkoba ini memberikan langsung memberi pengaruh ke otak penggunanya, Mereka akan merasa melayang dan “happy” sepanjang waktu. “Kandungan kimia di dalam Pinky memicu proses biokimia otak sehingga mereka akan selalu merasa senang ketika melakukan aktivitas seperti makan atau berhubungan intim,” tulis sebuah paper jurnal Science and Practice Perspective.

Di Amerika Serikat Pinky sempat dijual bebas secara online. Narkoba ini dianggap bertanggung jawab atas lebih dari 50 kasus kematian, termasuk kematian musisi legendaris Amerika, Prince. Di negara bagian Utah, dua bocah berusia 13 tahun juga ditemukan tewas overdosis setelah mengonsumsi Pinky. Grant Seaver dan Ryan Ainsworth ditemukan tak bernyawa oleh orangtua mereka.

ahloo-narkoba-pinky-2

Kepolisian menduga mereka memesan Pinky secara online dengan menggunakan kartu kredit. Harga jual Pinky sekitar U$37 per gramnya. Karena kejadian ini, Amerika Serikat mulai melakukan pelarangan terhadap peredaran Pinky. Beberapa negara lain juga mulai mengikuti langkah AS. Namun meski begitu, Pinky masih dilegalkan di negara seperti Inggris dan Cina.

Di Inggris, satu gram Pinky dijual seharga 15 poundsterling. Perbedaan hukum antara legal dan tidaknya Pinky di setiap negara memang jadi masalah tersendiri. Beberapa sumber mengatakan Pinky masih aman dikonsumsi terbukti belum adanya kasus kematian di Inggris. Namun pihak lain tetap menuntut agar pemerintah memberikan perhatian besar pada peredaran Pinky.

“Meskipun obat ini masih dalam kategori legal bukan berarti itu tidak bisa membuat kamu mati karenanya,” tulis NHS, lembaga yang konsen terhadap penyebaran narkotika. (dj)

Sumber: mirror