Comment

Ternyata Menyundul Bola Secara Signifikan Mengurangi Memori Otak

Sebuah penelitian terbaru dari University of Stirling menyebutkan bahwa menyundul bola secara signifikan dapat mengurangi memori otak. Para peneliti menemukan hubungan antara menyundul bola dan efek jangka pendek memori.

Ada19 pemain sepakbola yang jadi sukarelawan. Mereka diminta untuk menyundul 20 bola yang dilemparkan menggunakan alat khusus. Dari situ para peneliti menemukan, ada peningkatan penghambatan di otak setelah satu sesi uji menyundul. Selain itu ada penurunan antara 41 hingga 67 persen ketika uji memori.

 Dr Magdalena Ietswaart, pakar saraf kognitif mengatakan penurunan memori itu hanya berlangsung selama 24 jam. Meski demikian, belum ditemukan apakah paparan yang berulang-ulang memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap otak mereka.

ahloo-menyundul-bola-2

“Kami menemukan, ada peningkatan penghambatan di otak sesaat setelah menyundul dan ketika tes memori ada penurunan yang signifikan,” ujarnya.

Terlepas dari belum adanya penelitian lebih lanjut apakah menyundul bola secara berulang-ulang memiliki dampak jangka panjang terhadap otak, para ilmuwan ini tetap khawatir. Mereka hanya ingin orang-orang sadar bahwa menyundul bola secara terus-menerus bukan tanpa risiko.

Kekhawatiran terkait menyundul dalam sepakbola sejatinya bukan isu baru. Pahlawan Inggris pada Piala Dunia 1966 George Cohen sudah memperingatkan badan pemerintah jauh-jauh hari. Peringatan serupa juga datang dari mantan penyerang West Bromwich Albion Jeff Astle yang menderita demensia karena menyundul bola. Jeff meninggal pada usia 59 tahun.

Ketika diperiksa, dokter menemukan penyakit otak neuro-degenerative Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE) dalam diri Jeff. Penyakit serupa juga pernah ditemukan pada beberapa mantan pemain American Football, petinju, dan pemain rugby—semuanya merupakan olahraga yang berkaitan dengan benturan di kepala. (dj)

Sumber: metro.co.uk