Comment

Noelia Garella, Gadis Down Syndrome yang Sukses Jadi Guru

Tanpa sadar anak yang lahir dengan kebutuhan khusus seringkali mendapatkan perlakuan diskriminatif. Mereka dianggap tak mampu berkembang lebih baik dan akan selalu tertinggal dari anak yang lahir normal. Namun kisah hidup Noelia Garella mengubah pandangan itu. Gadis down syndrome asal Argentina itu mampu membuktikan pada orang banyak bahwa dia mampu berguna bagi masyarakat dengan menjadi seorang guru.

Garella yang kini berusia 31 tahun kini berhasil mengelola sekolahnya sendiri. Sekolah untuk anak-anak usia dua hingga tiga tahun yang ingin mulai belajar membaca. Awalnya banyak yang tak percaya gadis seperti dirinya mampu mengelola sekaligus mengajar anak-anak.

Sikap diskriminasi seperti itu sudah ia alami sejak masih kecil. Saat masih mengikuti kelas pendampingan membaca, anak-anak seusianya menganggap Garella seperti monster.

ahloo-gadis-down-syndrome-3

Namun dia tidak menyerah. Garella terinspirasi untuk menjadi guru dan memiliki sekolah sendiri setelah seorang koleganya di kota Cordoba merekrut dan mempercayai dirinya sebagai guru di sekolah tersebut.

Alejandra Senestrari, Direktur Sekolah yang pernah mengajaknya bergabung bilang seiring berjalannya waktu semua orang yang pernah meragukan Garella akan sadar akan kemampuan gadis itu. Kini tak ada satu orangtua pun yang meragukan kemampuan mengajar Garella. Mereka tak ragu untuk mendaftarkan anak mereka ke sekolah yang dikelola Garella.

“Kami sekarang sadar bahwa pekerjaan yang dilakukan Garella sangat luar biasa. Dia memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada semua anak didik. Garella memberika cinta,” kata salah seorang orangtua.

Noelia Garella (C), a kindergarten teacher born with Down Syndrome, reads a book to children at the Jeromito kindergarten in Cordoba, Argentina on September 29, 2016. When Noelia Garella was a child, a nursery school rejected her as a "monster." Now 31, she is in a class of her own. In the face of prejudice, she is the first person with Down syndrome to work as a kindergarten teacher in Argentina -- and one of few in the world. / AFP PHOTO / DIEGO LIMADIEGO LIMA/AFP/Getty Images

Down Syndrome merupakan gangguan pada tubuh manusia yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik dan intelektual. Hal ini dikarenakan adanya kelainan pada kromosom 21 pada sel bayi. Down Syndrome baru bisa dikenali setelah bayi lahir.

Meski berat menjalani hidup, Garella tak pernah menyerah dengan keadaan. “Aku sudah menerima keadaan ini sejak kecil. Aku selalu ingin menjadi seorang guru karena aku sangat menyukai anak-anak,” ujarnya. (dj)

Sumber: metro.co.uk