Comment

Kelebihan Minum Air Berbahaya Bagi Kesehatan?

Berapa banyak liter air mineral yang kamu minum dalam sehari? Apakah sesuai anjuran pakar kesehatan yakni delapan gelas atau 2 liter, atau bahkan lebih? Sebuah studi terbaru menyebutkan minum lebih dari 64 ounce (2 liter) punya risiko buruk pada kesehatan.

Tubuh akan mengalami kesulitan menelan setelah minum terlalu banyak air. Hal tersebut dilakukan tubuh untuk menjaga volume air dalam tubuh. Professor Michael Farrell dari Monash Univeristy mengungkap mekanisme pengaturan asupan cairan dalam tubuh manusia.

Menurutnya minum air cukup dilakukan ketika haus dibanding minum dengan jadwal yang ditentukan atau berlebihan.Dalam dua kondisi yang dilakukan dalam penelitian, saat membutuhkan air atau haus dan minum berlebihan, hasil menunjukkan tubuh perlu usaha ekstra menelan seperti ada resistensi dari tubuh. Refleks menelan otomatis terhambat saat air yang diminum telah cukup.

ahloo-minum air (1)

Penelitian dengan fMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging) untuk mengukur aktivitas berbagai bagian di otak, terpusat pada jeda sebentar tepat setelah menelan juga dilakukan. Daerah prefrontal otak lebih aktif saat menelan dengan banyak usaha yang menyebabkan korteks frontal tumpang tindih dengan hambatan menelan sehingga minum dapat terjadi sesuai instruksi peneliti.

Hal tersebut tentu berbahaya. Dalam beberapa kasus pada kondisi tertentu seperti yang dialami atlet marathon saat menuruti pelatih nya dan minum air sebanyak-banyaknya. Atlet itu akhirnya meninggal.

Minum terlalu banyak air dapat membahayakan tubuh. Seperti keracunan air atau hyponatremia. Kondisi saat tingkat sodium dalam darah sangat rendah yang dapat menyebabkan gejala lesu, mual, kejang sampai koma.

Ingat, tubuh cukup pintar untuk mendapatkan cairan dari berbagai sumber seperti buah, sayuran dan susu. Jika tidak percaya dengan diri sendiri saat haus, cek urin mu. Jika berwarna kuning pucat berarti tubuh sudah cukup dengan air namun bila bewarna kuning gelap berarti kurang air. Percayalah pada tubuh telah didesain untuk memberi sinyal saat kekurangan cairan. (dj)

Sumber: Detik