Comment

Fakta Di Balik Serangan Bom Bali 14 Tahun Lalu

14 tahun lalu, tepatnya pada malam 12 Oktober 2002 sebuah bom meledak dan menewaskan ratusan orang. Mereka yang meregang nyawa kebanyakan pengunjung Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta Bali. Dua lokasi utama yang jadi target serangan Bom Bali I. Kebanyakan dari mereka adalah wisatawan asing namun tak sedikit penduduk lokal yang jadi korban.

Hingga saat ini Bom Bali I dikenal sebagai serangan teroris terdasyat sepanjang sejarah Indonesia. Peristiwa itu benar-benar mencoreng wajah Indonesia di mata dunia. Lebih dari 10 tersangka ditangkap dan tiga di antaranya dihukum mati. Mereka adalah Imam Samudera, Ali Ghufron, dan Amrozi yang dikenal sebagai trio Bom Bali I.

Kini setelah 14 tahun berlalu, kenangan pahit itu masih membekas. Apalagi pasca Bom Bali I, kejadian teror lainnya ikut menyusul di berbagai wilayah di Indonesia bersamaan dengan memanasnya kondisi politik dunia. Untuk mengenang tragedi kemanusiaan pada belasan tahun lalu, berikut ahloo sajikan beberapa kilas fakta mengenai kejadian berdarah itu.

Bom Bali yang meledak Oktober 2002 rencananya akan diledakkan pada 11 September 2002 atau sebelum lebih cepat. Rencana itu diusulkan oleh Iman Samudera namun ditolak oleh pelaku lain karena terlalu mepet. 11 September merupakan hari dimana tragedi teror WTC terjadi di AS.

Bom yang rencananya akan diledakan ada tiga. Pertama, Bom Mobil yang beratnya mencapai satu ton, kedua bom motor yang memiliki berat 50 kilogram, dan terakhir bom rompi. Rencana diubah karena para pelaku bom bunuh diri ternyata tidak bisa mengendarai mobil dan motor dengan lancar.

Bom yang digunakan berjenis TNT seberat 1 kg dan di depan Sari Club, merupakan bom RDX berbobot antara 50-150 kg. Bom ini dibawa dari Solo ke Bali dengan menggunakan jalur darat dan laut.

Tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera akibat insiden berdarah itu.

Amrozi bin Nurhasyim adalah seorang terpidana yang dihukum mati karena menjadi penggerak utama dalam Peristiwa Bom Bali 2002. Sikap Amrozi yang tampak tidak peduli sepanjang pengadilannya membuatnya sering dijuluki media massa The Smiling Assassin.

Getaran ledakannya terasa hingga 12 kilometer. Ledakan itu sendiri meninggalkan sebuah lubang besar berdiameter 5 x 4 meter dan kedalaman 1,5 meter.

Monumen bom Bali di Ground Zero Legian, Kuta menjadi tujuan banyak orang yang ingin mengenang para korban ledakan bom teroris di Sari Club dan Paddys Pub.