Comment

Tahun 2025 Lebih dari 200 Juta Anak Alami Obesitas

World Health Organisation (WHO) memberikan asumsi pertumbuhan penduduk. Dalam studi ini mereka telah memproyeksikan kenaikan angka obesitas dari 219 juta anak di tahun 2010 berubah menjadi 268 juta anak pada tahun 2025. Hal itu dipicu oleh mudahnya mendapatkan makanan cepat saji.

Dalam Journal Pediatric Obesity, obesitas sendiri naik dari 76 juta anak di tahun 2010 dan 91 juta di tahun 2025. “Perkiraan ini harus menjadi tanda peringatan bagi pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan, yang harus berurusan dengan tingkat risiko penyakit setelah epidemi obesitas,” tutur Tim Lobstein dari World Obesity Federation.

Para peneliti menggunakan data yang disusun oleh Global Burden of Disease collaborative untuk tahun 2000 hingga 2013. Bertepatan dengan World Obesity Day tahun ini, yang diamati pada 11 Oktober, para peneliti juga merilis data antisipasi bahwa kondisi obesitas yang nantinya akan meningkat dikalangan anak-anak.

Pada tahun 2025 para peneliti memperkirakan, sampai 12 juta anak-anak akan mengalami ganguan toleransi glukosa, 4 juta anak akan memiliki diabetes tipe 2, serta 27 juta dari mereka akan memiliki hipertensi dan 38 juta akan memiliki steatosis hati atau penumpukan lemak di hati.

“Kami berharap ramalan ini salah, karena mereka menganggap kecenderungan ini terus berlanjut. Kami mendesak pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang kuat untuk mengurangi obesitas dan memenuhi target yang telah disepakati,” kata Lobstein.

WHO telah mengadopsi resolusi yang bertujuan untuk mencapai “tidak ada peningkatan pada obesitas” pada tahun 2025 (berdasarkan kenaikan tahun 2010) untuk bayi, remaja dan orang dewasa.

Tapi para peneliti menyimpulkan bahwa target 2025 tidak mungkin dipenuhi dan penyedia layanan kesehatan perlu untuk merencanakan agar tidak terjadi peningkatan yang signifikan dalam obesitas anak.

Sehingga anak-anak sejak kecil perlu diajarkan untuk mencintai makanan sehat. Yang terpenting adalah konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan juga bergerak aktif agar tubuh tetap bugar dan sehat. (dj)

Sumber: Detik