Comment

7 Praktek Toleransi Antara Umat Beragama Ini Membuat Ramadan Makin Indah

Pakan lalu masyarakat kembali dihebohkan dengan berita dari Serang, Banten ketika satuan polisi Pamong Praja merazia warung-warung makan yang tetap buka pada bulan Ramadan. Seorang ibu penjual yang warungnya ikut dirazia tak kuasa menahan tangis melihat semua dagangannya diambil petugas. Sontak berita ini membuat netizen geram. Mereka marah melihat perilaku Satpol PP yang sewenang-wenang terhadap pedagang kecil.

Mereka protes karena aparat hanya punya nyali merazia warung pinggir jalan sementara restoran besar tetap buka dengan tenang. Banyak pula netizen yang heran dengan sikap pemerintah daerah yang melarang warung buka pada bulan Ramadan. Tak ada alasan jelas karena warung-warung tersebut buka untuk warga yang memang tidak berpuasa. Kejadian ini akhirnya sedikit mencoreng suasana khidmat bulan Ramadan yang seharusnya diisi dengan sikap saling menghormati dan menghargai.

Lupakan sejenak soal razia warung itu sebab dalam sejarahnya banyak loh warga Indonesia yang tetap menjaga hubungan harmonis di bulan Ramadan. Hebatnya lagi, praktek seperti ini dilakukan oleh kelompok masyarakat yang beragama non-Islam. Praktek positif seperti inilah yang seharusnya jadi contoh buat kita dalam menjalani bulan Ramadan. Apa saja itu? Nih, ahloo kasih ulasannya.

1. Takjil Gratis Dari Jemaat Gereja GSPDI

Beberapa jemaat dari Gereja Sidang Pantekosta Indonesia di Purwakarta, Jawa Barat kemarin membagikan hidangan berbuka puasa gratis bagi warga yang kebetulan sedang lewat. Tahun ini adalah pertama kalinya mereka melakukan itu namun di luar bulan puasa, GSDPI memang sering melakukan aksi sosial dengan berbagi makanan pada warga di sekitar gereja.

2. Buka Puasa Gratis di Vihara Sanggar Suci

Vihara Sanggar Suci di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang jadi saksi betapa kota ini memang pantas disebut sebagai kota dengan toleransi tinggi. Saat bulan Ramadan sekelompok orang yang tergabung dalam Paguyuban Metta berinisiatif membagikan menu berbuka puasa gratis. Tampak warga antri dengan tertib menunggu giliran mendapatkan berkah Ramadan itu.

3. Biarawati Katolik Bantu Acara Buka Bersama di Lampung

Di Bandar Lampung dalam sebuah acara Lampung Mengaji, sejumlah biarawati Katolik tampak hadir dan ikut repot dengan membagikan makanan pada semua peserta yang hadir. Tak hanya umat Katolik, umat dari Buddha, Hindu, dan Protestan juga diundang untuk ikut terlibat dalam penyelenggaraan acara.

4. Wanita Katolik Jember Buka Warung Murah Ramadan

Pada 2014, ibu-ibu yang tergabung dalam Persatuan Wanita Katolik di Jember menggelar acara Warung Murah Ramadan. Warung ini menyediakan makanan untuk hidangan berbuka puasa dengan harga sangat murah Rp 2.000 per porsinya. Kegiatan ini juga jadi ajang menguatkan persaudaraan antara umat beragama.

5. Jemaat GKJ Bekasi Bagikan Takjil Gratis

Masih di tahun yang sama, jemaat Gereja Kristen Jawa di Kotamadya Bekasi membagikan takjil bagi masyarakat umum atau pengendara yang kebetulan sedang lewat di kawasan Cyber Park, Bekasi. Ada sekitar 400 paket takjil yang dibagikan setiap harinya selama bulan puasa.

6. Pemkot Jayapura Gelar Pasar Murah

Nah kalau Pemda yang ini jelas lebih bijak. Dibandingkan memerintahkan untuk merazia warung kecil, Pemkot Jayapura menyelenggarakan pasar murah selama bulan Ramadan. Selain takjil pasar ini juga menyediakan kebutuhan pokok lain seperti beras dan hasil kebun dengan harga yang sangat terjangkau.

7. Universitas Katolik Australia Gelar Acara Buka Bersama

Kalau yang ini bukan dari Indonesia namun sikap toleransi yang ditunjukkan oleh negeri tetangga Australia. Pada 2015 lalu, kampus yang terletak di Merbourne itu menggelar acara buka puasa bersama saat bulan Ramadan. Selain bukber, di acara itu juga diresmikan sebuah pembangunan ruang doa yang diperuntukkan bagi semua umat beragama tanpa terkecuali. Hebat ya!