Comment

4 Monumen Ini Jadi Simbol Persahabatan yang Abadi

Persahabatan adalah hal yang paling indah di dunia ini. Ketika bersama sahabatmu, kamu akan tidak akan pernah merasa sendiri, meski sesulit apapun kenyataan yang akan kamu hadapi. Di dunia ini kisah persahabatan yang sejati bukanlah cerita dongeng belaka. Hal itu benar-benar pernah terjadi.

Kisah persahabatan sejati itu bahkan abadi hingga kini dan dikenang banyak orang dalam bentuk monumen dan patung. Siapapun yang percaya akan indah sebuah persahabatan, mereka akan senang hati datang ke sana. Monumen itu sekaligus mengingatkan bahwa persahabatan tak mengenal batas ruang dan waktu.

Inilah empat monumen terkenal yang menjadi simbol persahabatan sejati.

Monumen Leningrad-Turku

Monumen ini berbentuk patung orang yang sedang berpelukan. Ia dibangun pada 1967-1968 untuk mengenang persahabatan antara warga di dua kota, Turku di Finlandia dan Leningrad (sekarang St.Petersburg). Monumen yang dibangun di Puolalanpuisito Park merupakan simbol 15 tahun persahabatan dua kota selama perang.

Statue of Humanity

Monumen ini merupakan simbol persahabatan antara Turki dan Armenia dengan bentuk dua orang yang saling berhadapan. Pembangunan monumen ini ditujukan sebagai simbol rekonsiliasi persahabatan antara kedua negara karena sebelumnya Turki pernah menutup hubungan diplomatik dengan Armenia.

Yokohama Friendship Bell

Didesain oleh Masahiko Katori, monumen ini dibangun sebagai lambang persahabatan sister city antara kota Yokohama dan San Diego. Monumen ini terbuat dari perunggu dan diperkenalkan ke publik pada 1960. Yokohama Friendship bukan hanya jadi simbol persahabatan dua kota tapi dua negara, AS dan Jepang terutama setelah tragedi Pearl Harbor dan Bom Hiroshima-Nagasaki.

Monumen Hachiko

Di antara sekian banyak monumen persahabatan, monumen ini mungkin jadi yang paling unik. Ia bukan melambangkan persahabatan antara manusia tapi antara seekor anjing dengan manusia. Kisah Hachiko bahkan sempat difilmkan dengan judul yang sama. Jika kamu sempat ke Jepang, mampirlah ke lokasi monumen ini.

Sumber: Kartini