Comment

Menyelami Indahnya Indonesia dalam Ragam Kain Tradisional

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan harus terus dilestarikan. Mulai dari suku, bahasa, pakaian, hingga kain tradisionalnya. Tidak hanya digunakan sebagai salah satu item di pakaian tradisional setempat, kain juga menjadi komoditas yang dijualbelikan sebagai buah tangan.

sumber: google.com

Harganya juga tidak sembarangan, lho! Mulai dari yang ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Tentu angka tersebut dibandrol tidak hanya berdasarkan bahan dan teknik dengan tingkat kesulitannya saja, tapi faktor ketebalan kain dan kerapatan benang pada kain juga mempengaruhi.

Selain batik, tentu sudah banyak kain tradisional yang sudah tidak asing lagi di telingamu. Kain-kain berikut ini juga berhasil menembus pasar Internasional. Bahkan, kain ini mendapat apresiasi sangat baik dan sangat dicari-cari.

Tenun Ikat.

sumber: google.com

Selain Nusa Tenggara Barat dan Timur masih ada banyak sekali daerah di Indonesia yang memiliki pengerajin tenun ikat. Di antaranya Dayak, Bandar, Bali, dan Sintang. Penamaannya “tenun ikat” karena dalam produksinya ujung benang diikat dan dibungkus plastik agar memudahkan proses perwarnaan. Di pasaran harga selembar tenun ikat mencapai 10 juta rupiah.

Songket.

sumber: google.com

Mendengar kata songket, pasti pikiranmu menuju pada kain dari Sumatera Selatan yang didominasi warna merah dan kuning keemasan. Songket memang banyak berkembang di sisi Barat Indonesia karena merupakan hasil alkulturasi budaya dan peran para pedagang dari India dan Arab yang bersandar di Sumatera pada jaman dulu. Songket mudah kamu temui di pasaran mulai dari harga sejuta sampai 50 juta.

Ulos.

Sumber: google.com

Luar biasa peminat kain asal Sumatera Utara ini. Hingga kini Ulos paling banyak diekspor ke Amerika Serikat dan Eropa. Ada lebih dari 10 jenis Ulos yang masing-masing memiliki makna dan fungsinya sendiri. Ada Ulos untuk merayakan kegembiraan seperti kelahiran anggota keluarga baru seperti Ulos Mangiring, pernikahan yakni Ulos Suri-suri Ganjang, hingga untuk upacara kematian di antaranya Ulos Sibolang Rasa Pamontari dan Ulos Antak-antak.

Jika kamu ingin mengenal jenis kain tradisional lainnya, saat ini hingga 30 Juli mendatang kamu dapat melihat langsung Kain Koffo dari sisi Utara Indonesia, Sulawesi. Bertempat di Museum Tekstil, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pameran bertajuk “Pameran Wastra Sulawesi” menghadirkan 4 kain yang terbuat dari serat pohon pisang abaca tersebut. Kain ini termasuk langka dan hampir punah, lho!