Comment

6 Balita yang Selamat Meskipun Gempa Menghancurkan Rumah Mereka

Dunia kembali berduka. Ekuador, salah satu negara di Amerika Selatan diguncang gempa dengan kekuatan mencapai 7,8 skala richter. Gedung dan rumah banyak yang runtuh dan hancur. Hingga siang ini jumlah korban jiwa pun mencapai 246 jiwa dengan ribuan orang terluka parah dan hilang.

Sebelum Ekuador, terlebih dulu negara di kawasan Asia yakni Jepang yang mengalami nasib serupa. Meskipun sering dilanda gempa, negeri matahari terbit itu tetap saja tak bisa menghindari korban jiwa dari bencana alam tersebut. Apalagi kekuatan gempa Jepang kemarin sempat memicu gelombang Tsunami.

Dalam catatan sejarah, gempa bumi selalu memakan korban jiwa. Indonesia pun jadi salah satu negara yang tak luput dari fenomena alam ini. Meskipun begitu, tak jarang keajaiban muncul di tengah situasi buruk seperti itu. Misalnya, bayi atau anak-anak yang selamat dan bertahan hidup di tengah reruntuhan bangunan.

Anak-anak itu seakan masih diberikan kesempatan untuk kembali hidup dan tumbuh dewasa supaya ia bisa belajar bagaimana menghadapi bencana yang sulit dihindari seperti gempa. Siapakah anak-anak yang beruntung itu, berikut ahloo berikan ulasannya.

1. Jenny- Haiti (2010)

Gempa di Haiti dikenal sebagai salah satu bencana yang memakan korban jiwa terbanyak. Negara itu lumpuh total pasca serangan gempa yang menyerang pada 2010. Ajaibnya, di tengah kehancuran kota dan korban jiwa, seorang balita bernama Jenny ditemukan selamat dalam reruntuhan. Kini Jenny sudah berusia enam tahun dan semakin ceria melanjutkan hidupnya.

2. Azra Karaduman-Turki (2011)

Nasih Azra yang baru berusia dua minggu terbilang beruntung setelah kru penyelamat berhasil mengeluarkan tubuh Azra dari reruntuhan di gempa 7,2 skala richter yang menyerang Turki pada 2011. Padahal Azra sudah terjebak di reruntuhan selama dua hari. Tercatat sekitar 432 orang meninggal dalam bencana itu.

3. Bayi Perempuan-Cina (2013)

Seorang bayi perempuan berusia tiga bulan berhasil diselamatkan pasca gempa menyerang provinsi Sichuan, Cina. Sayang, sang ibu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Tercatat ada sekitar 186 orang yang meninggal sementara 24 orang lain hilang.

4. Mahir Arli-Turki (2011)

Si kecil Mahir sedang tertidur pulas ketika gempa menghancurkan apartemen tempat ia tinggal. Bersama sang ibu, Mahir tinggal di lantai 4 ketika gempa mengguncang. Mahir yang saat itu berusia delapan bulan sempat terlempar dari tempat tidurnya namun berhasil selamat dan hanya menderita luka di beberapa bagian tubuhnya.

5. Bayi Perempuan-Jepang (2016)

Belum lama ini Jepang diguncang gempa. Korban jiwa pun jatuh berguguran meski jumlahnya tak sebanyak pada gempa di Turki atau Taiwan. Keajaiban juga muncul di sini ketika seorang bayi perempuan yang tidak diketahui identitasnya berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan yang hancur.

6. Sonies Aawal-Nepal (2015)

Sonies masih begitu mungil ketika gempa menyerang negaranya pada 2015 lalu. Sebuah lemari rumah menyelamatkan hidup Sonies ketika gempa  terjadi. Karena getaran yang dasyat lemari itu jatuh dan tak sengaja menutupi tubuh Sonies dari reruntuhan rumah yang hancur saat gempa berkekuatan 7,8 skala richter menyerang.