Comment

Menolak Lupa Gejolak Hemofilia

Hemofilia mungkin memang bukan penyakit paling mematikan di dunia. Tetapi eksistensi penyakit ini tidak dapat kita lupakan begitu saja. Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention, saat ini diperkirakan 20 ribu orang di Amerika Serikat atau 400 ribu orang di dunia menjadi pengidap penyakit darah sulit membeku ini.

Tidak ada ciri nyata saat sekilas kita melihat orang yang terinfeksi penyakit ini. Sosoknya melebur di antara kamu, tampak sama seperti kamu. Mungkin keberadaan penderita ini baru dapat disadari ketika mereka mengalami peristiwa yang melukai mereka, mengeluarkan darah, dan memerlukan waktu lama untuk lukanya sembuh.

Hemofilia berasal dari Bahasa Yunani. Terdiri dari dua kata, “haima” yang berarti darah dan “philia” yang dapat dimaknai sebagai kasih sayang. Kedua kata ini dilebur untuk mendefinisikan penyakit yang muncul dari penularan genetik ini. Genetik artinya ditularkan secara turun-temurun sesuai dengan garis keturunan atau keluarga.

Mayoritas penderita Hemofilia adalah laki-laki. Sementara perempuan yakni ibu dalam garis keturunan penyebaran penyakit ini adalah sebagai perantara. Melalui kelahiran, anak laki-lakinya dapat dipastikan tertular Hemofilia.

Lantas bagaimana mengetahui penyakit ini diderita oleh seseorang? Belum ada cara deteksi selain mengetahui dari sejarah genetik keluarga. Meski pada wanita yang mulai dewasa dapat diketahui saat menstruasinya terjadi pendarahan lebih hebat dari orang lain pada umumnya. Sementara laki-laki-laki ketika mereka disunat.

Hingga saat ini, pengobatan yang dapat dilakukan penderitanya adalah dengan melakukan suntik faktor pembekuan darah dengan tranfusi plasma darah yang harus dilakukan 7 hingga 10 hari sekali.

Setiap tanggal 17 April, Hari Hemofilia Sedunia diperingati. Penetapan tanggal ini disesuaikan dengan hari kelahiran Frank Schnabel, pendiri World Federation of Hemophilia, sebuah organisasi yang fokus untuk mengentaskan penyakit yang belum dapat disembuhkan ini.

Dunia masih menantikan solusi jitu pengobatan Hemofilia. Menjadi harapan dan doa kita bersama pula, segera ditemukan cara untuk mendeteksi penularan Hemofilia yang efektif dan efisien. Bukan tidak mungkin Indonesia sebagai negara yang juga memiliki penderitanya, berpotensi untuk mengembangkan sosok ahli  yang dapat memberikan kontribusi pada dunia untuk penyembuhan Hemofilia.