Comment

Pasar Ikan Luar Batang, Pasar Tertua di Jakarta yang Ditelan Arus Zaman

Dimanakah pasar tertua di Jakarta? Kalau kamu suka dengan sejarah dan tahu betul seluk beluk Jakarta jawaban mu pasti adalah Pasar Ikan Luar Batang. Riwayat pasar yang berdiri sejak 1631 itu kini tinggal sejarah seiring dengan keputusan Pemprov DKI Jakarta yang merelokasi kawasan pasar itu per 11 April 2016.

Sebelum eksis seperti sekarang ini, lokasi pasar sempat mengalami perubahan. Awalnya berada di sebelah timur sungai Ciliwung dengan bangunan panggung lengkap dengan atapnya. Namun karena ada pelebaran taman di depan benteng, lokasi pasar diubah ke sebelah barat sungai Ciliwung di atas sebuah dermaga pada 1636.

Tampak bangunan menara yang kini dikenal sebagai Museum Bahari

Seperti dikutip dari situs jakarta.go.id, kebanyakan yang berjualan di pasar ikan ini adalah pendatang dari pantai utara Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Cirebon. Mereka biasa disebut sebagai “orang wetan”. Bukan hanya orang wetan, pedagang Tionghoa pun juga boleh berdagang di sini namun pemerintah kolonial memberikan tarif sewa sebesar 2 Rijkedaalders.

Pasar ikan buka dua kali dalam sehari. Pertama pada pukul 10.00 sampai13.00, lalu dimulai lagi pada pukul 13.00 sampai 17.00. Ikan yang tidak terjual dibawa ke pasar malam atau pasar Borong yang terletak di seberang sungai. Pada umumnya pembelian atau belanja dilakukan oleh pemilik rumah sendiri dan bukan pembantunya, sehingga tiap pagi banyak kendaraan yang antri mulai dari kereta sewaan sampai kereta kuda besar dan mewah di Pasar Ikan.

Pemerintah kolonial juga sempat menjadikan kawasan ini sebagai pemondokan sementara (gubuk) bagi pelaut yang sedang berlabuh di pelabuhan Sunda Kelapa. Pemondokan itu makin lama makin besar terutama setelah Belanda mengimpor buruh dan pelaut untuk membangun kastil Batavia. Semua pekerja itu akhirnya tinggal di kawasan pemondokan yang akhirnya dikenal dengan Kampung Luar Batang.

Saat ini pelelangan pasar ikan sendiri sudah puluhan tahun tidak berfungsi terutama sejak dibangunnya pemukiman nelayan Muara Angke. Pasar Ikan Luar Batang justru lebih banyak menjual bahan kebutuhan sehari-hari layaknya pasar lain di Jakarta hingga akhirnya Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memutuskan untuk menggusur lokasi itu.