Comment

Mengenal Sosok Peraih Emas Ganda Campuran All England 2016

Setelah setahun absen dari perebutan gelar pemenang pertama di final Yonex All England, nama Indonesia kembali bertengger di daftar juara pertandingan bulu tangkis bergengsi di dunia tersebut. Kemenangan ganda campuran Debby Susanto dan Praveen Jordan terhadap pasangan asal Denmark, Christina Pedersen dan Joachim Fischer Nielsen dalam dua set pertama pada Minggu (13/3) kemarin seakan membakar lagi semangat badminton yang kian hari melesu.

Keberhasilan Debby Susanto dan Praveen Jordan menekuk lutut lawannya dalam pertandingan itu merupakan buah dari kesabaran setelah berulang kali keempatnya bertemu di lapangan dan gagal jadi pemenang. Kekompakan keduanya juga telah terasah sejak “dikawinkan” pada tahun 2014 lalu. Tidak heran, penampilan atlit muda Indonesia itu telah mencapai peringkat ke-8 kategori ganda campuran versi Badminton World Federation, meski Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir masih lebih unggul di peringkat ke-2.

Kedua idola Indonesia ini masih sama-sama muda. Tahun ini Debby Susanto menginjak usia 26 tahun. Anak pasangan Susanto dan Sugianty Budiman ini menekuni hobi ini sudah terlihat sejak dirinya menuntut ilmu di tingkat Sekolah Dasar. Kesukaan Debby pada bulu tangkis merupakan pengaruh dari ayahnya yang juga menggemari olahraga tersebut. Di tahun 2004 setelah lulus SMP Debby ke Jakarta untuk sekolah dan memantapkan tekadnya pada olahraga raket tersebut.

Jalan Debby untuk masuk di jajaran atlit Pemusat Latihan Nasional (Pelatnas) cukup panjang. Pertandingan pertamanya adalah World Junior Championship di Korea, sepuluh tahun lalu. Pengalaman paling mengesankan ketika berhasil menembus tingkat semifinalisdi German Junior 2007. Dirinya mengikuti banyak pertandingan di propinsi dan nasional hingga akhirnya mencoba seleksi nasional. Potensi Debby membawanya jadi tim ganda campuran PBSI sejak 2009. Tapi Debby juga pernah punya pengalaman nggak mengenakan di tahun yang sama, dirinya batal tanding karena tidak didaftarkan PBSI ke Smilling Fish Satellite Championship.

Meski telah mendapat banyak hadiah dari kemenangannya dalam berbagai pertandinga bulu tangkis, Debby tampaknya coba mengembangkan potensi lain dalam dirinya yakni menjadi pebisnis. Diketahui saat ini perempuan asal Palembang ini tengah merencanakan usaha di bidang properti.

Debby dikenal sebagai sosok yang dekat dengan keluarga. Seperti waktu akhir pekannya, Debby memilih menghabiskannya bersama keluarga. Lantas apa hobi lain dari wanita berzodiak Taurus ini? Ternyata Debby menggemari kegiatan di air seperti snorkling di Lombok dan Kepulauan Seribu kerap dilakukanya di waktu senggang.

Kemenangan Debby Susanto di All England 2016 tidak terlepas dari smes yang dihasilkan Praveen Jordan. Pria yang masih berusia 22 tahun ini bermain apik menanggapi umpan yang diberikan Debby.

Praveen Jordan terhitung masuk pelatnas pada 2012 lalu. Namun, pria kelahiran Bontang, 26 April 1993 ini telah menorehkan banyak kemenangan jauh sebelum itu. Sejak 2007, Praveen telah menjuarai berbagai pertandingan mulai dari tingkat propinsi dan nasional.

Pemilik akun Twitter @praveenjord ini memang jagonya di kelas ganda. Terhitung sejak 2010 Praveen sudah bertanding sebagai ganda campuran dan memenangkan Sirkuit Nasional (Sirnas) Kalimantan. Hingga akhirnya ketika dirinya masuk Pelatnas pun langsung berpasangan dengan pebulu tangkis Didit Indrianto dan Vita Marrissa.

Menjadikan bulu tangkis sebagai hobi, Praveen juga menggemari kegiatan renang dan travelling. Pria yang juga ingin menjadi pengusaha ini ternyata mempunyai camilan favorit pisang goreng dan menyukai acara komedi.