Comment

5 Tokoh Tionghoa yang Berjasa Bagi Indonesia

Jakarta. Sejarah berdirinya Indonesia hingga kini tak pernah lepas dari peran warga Indonesia yang berdarah tionghoa. Beberapa peristiwa di era pra kemerdekaan hingga masuk ke masa kemerdekaan seringkali melibatkan tokoh-tokoh ini. Bahkan tak sedikit dari pemikiran mereka yang masih dikenang hingga saat ini.

 

Berikut beberapa nama yang dirangkum tim editorial warga.id yang dianggap memiliki peran besar bagi berdirinya Indonesia.

LIE ENG HOK

Pada masa penjajahan Belanda ia dikenal sebagai tokoh perintis kemerdekaan. Lie menjadi salah satu tokoh yang memimpin pemberontakan di Banten pada 1926. Bersama rekan seperjuangan, Lie merusak rel kereta, jembatan, rumah, dan kantor milik pemerintah Belanda sebagai tanda perlawanan mereka terhadap kolonialisme. Dibanding mengabdi pada Belada, Lie lebih memilih hidup sebagai penambal sepatu.

tionghoa-dermawan-djiaw-kie-siong-merelakan-rumahnya-meski-tak-kenal-soekarno

DJIAW KIE SONG

Ia adalah seorang petani sederhana yang tinggal di Dusun Bojong, Rengasdengklok, Karawang. Sebelum proklamasi dibacakan pada 17 Agustus 1945, para pemuda yang “menyandera” Sukarno dan Hatta menggunakan rumah Djiaw Kie Song sebagai tempat persembunyian. Djiaw hingga akhir hayatnya tak pernah meminta imbalan apapun atas jasa-jasanya.

261seminartuyul

ONG HOK HAM

Dikenal sebagai sejarahwan sekaligus cendekiawan yang kritis. Ia mempelopori penulisan persoalan sejarah di media. Pada saat orde baru berkuasa, Ong kerap kali memberanikan diri mengkritik penguasa meskipun dengan nama yang disamarkan. Banyak karya sejarah yang telah lahir dari tangannya dan menjadi buku wajib bagi para mahasiswa sejarah di Indonesia.

 

SOE HOK GIE

Kisahnya pernah diadaptasi ke sebuah film berjudul Gie. Sang sutradara mengakui film itu terinspirasi dari buku Catatan Seorang Demonstran, yang berisikan catatan harian Gie semasa hidup. Gie dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang kritis terhadap pemerintah Sukarno. Ketika kekuasaan beralih ke Suharto, Gie pun masih saja memberikan kritik tajamnya. Selain sebagai aktivis Gie dikenal sebagai salah satu pendiri Mapala Universitas Indonesia.

6ce59d30bdeca01aef0bb4c3ccad98e8_21

 

YAP THIAM HIEN

Namanya diabadikan jadi penghargaan bagi orang-orang yang terus berjuang demi penegakan HAM di Indonesia. Itu sejalan dengan perjuangan Yap selama ia hidup. Dirinya kerap kali memperjuangkan HAM tanpa memandang etnis, agama, atau latar belakang lainnnya. Ia seorang Kristen yang taat tetapi membela para aktivis Islam tersangka peristiwa Tanjung Priok tahun 1984.